Film: Big Game (2014)

Dari apa yang saya baca-baca dari beberapa komunitas penikmat film, Samuel L. Jackson adalah aktor yang ‘gampangan’. Maksudnya, asalkan jadwalnya cocok dan skenarionya terdengar menyenangkan, ia tak segan ikut bergabung dalam suatu produksi film tanpa terlalu memusingkan apakah film itu berpotensi jadi blockbuster Hollywood atau masuk nominasi Oscar. Maka ia bisa saja muncul dalam sebuah film yang namanya tidak pernah didengar orang. Salah satunya adalah sebuah film Finlandia yang dirilis di tahun 2014, Big Game.

biggame

Sebenarnya jalan cerita Big Game cukup punya potensi. Samuel L. Jackson memerankan Presiden AS, William Alan Moore yang pesawatnya ditembak jatuh oleh teroris di pedalaman hutan Finlandia. Di sana ia bertemu dengan Oskari, seorang ABG yang sedang menjalani sebuah ritual berburu agar ia bisa dianggap lelaki dewasa oleh komunitasnya. Keseruan film ini tentunya berkisar seputar bagaimana dua orang dari latar yang berlainan harus bekerja sama untuk menghindari diburu teroris sekaligus mencari buruan untuk menggenapi ritual Oskari.

Benar-benar serukah film ini? Menit-menit awal Big Game sesungguhnya lumayan menjanjikan. Cukup menegangkan melihat teroris yang dengan dingin menembakkan rudal panggul untuk menjatuhkan Air Force One yang sudah dibuat lumpuh pertahanannya akibat ulah orang dalam. Di sisi lain, unsur drama juga dibangun dengan baik oleh Oskari yang tertekan karena tidak percaya diri dalam berburu, padahal Oskari harus membawa nama baik ayahnya yang berhasil membawa pulang seekor beruang waktu dulu ia menjalani ritualnya.

Tapi begitu dua orang itu bertemu, Big Game terasa seperti kehilangan fokusnya. Ketegangan yang diciptakan oleh betapa keji terorisnya (diperankan dengan baik oleh aktor Jerman keturunan Turki, Mehmet Kurtulus) tidak didukung oleh adegan aksi yang menarik; Mungkin karena anggarannya terbatas atau tidak ada pengaruh Hollywood, tapi sebagian besar aksi di film ini terasa melempem dan tidak bersemangat. Sementara itu, drama hubungan antara Presiden Moore dan Oskari juga tidak dibangun dengan maksimal dan terkesan terburu-buru karena kerap diinterupsi oleh adegan-adegan aksi yang saya keluhkan tadi.

Dari segi akting, tidak ada yang istimewa dari Samuel L. Jackson. Lumayan, tapi Jackson yang sangar buat saya terasa belum berhasil dalam memerankan Presiden Moore yang sebenarnya santai dan penakut. Justru peran aktor cilik Onni Tommila sebagai Oskarilah yang menurut saya menjadi bintang utama Big Game. Ia berhasil mencitrakan seorang ABG yang labil dan mengalami krisis identitas, namun juga memiliki tekad kuat dan tidak gampang menyerah. Jadinya sepanjang film ini, saya lebih mengabaikan karakternya Jackson dan ingin melihat lebih banyak lagi aksi-aksi pemberani Oskari.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s