Web Log: April 2017

The Man Who Cleans Up After Plane Crashes (Lauren Larson/GQ) – Seperti judulnya, Robert Jensen dan perusahaannya bertugas untuk menangani jenazah korban kecelakaan atau musibah besar dan barang-barang milik mereka. GQ menulis kerja Jensen yang begitu teliti dan efisien serta suka duka yang ia alami saat bertemu keluarga korban.

‘Everyone Is Beautiful’: A Necessary Campaign (Nadila Dara/Magdalene.co) – Sebuah respon dari tulisan lain di situs yang sama (I am a Feminist, I Stand Against ‘Everyone is Beautiful’ Narrative). Menarik melihat perbedaan perspektif mengenai ini, antara ‘if everyone is beautiful, then nobody is‘ dengan ‘we create our own beauty standard.’

Nah Ini Gunarso, Pelopor Kolom Erotis Nyeleneh Era Orde Baru (A. Wilda, H. Lubis/VICE) – Sebagai anak yang bapaknya entah kenapa suka sekali beli koran Pos Kota, rubrik kecil di halaman pertama ini memang selalu menarik perhatian saya karena kekonyolannya. Di sini VICE mewawancarai Gunarso, si pengisi kolom populer ini dari awal kemunculannya di akhir 80-an sampai sekarang, mengenai teknik-tekniknya.

Rajin Fitness Gara-Gara Ekstremis (Windu Jusuf/Tirto.id) – Orang-orang yang kecenderungan sosial politiknya ke arah kiri memang tampaknya kalah secara ukuran badan dibanding mereka yang fasis atau fundamentalis. Padahal perjuangan ideologi tak hanya sampai pada tulisan atau omongan saja – benturan fisik mungkin juga terjadi.

Cultural appropriation is a toxic concept (Farah Shah/ExtraNewsfeed)Cultural appropriation (terjemahannya gimana ya…pembajakan budaya?) adalah topik yang seksi didiskusikan oleh aktivis sosial di media online. Tapi, menurut mbak Farah ini, seringkali diskusi yang sarat emosi itu jadi melenceng ke tuduh-menuduh siapa yang rasis dan tidak menyelesaikan masalah rasisme yang institutionalized (ini…terstruktur? sistematis?).

What’s wrong with infidelity? (Emily Bobrow/1843) – Di tengah semakin luasnya batas-batas perkawinan, satu hal yang tetap dipertahankan adalah ‘kontrak eksklusif’. Maka perselingkuhan -sebuah wanprestasi atas kontrak tersebut- dipahami sebagai kesalahan yang pasti menghancurkan pernikahan. Tapi Esther Perel, seorang terapis kontroversial, menganggap selingkuh belum tentu harus diperlakukan seperti itu.

Generosity won’t fix our shortage of organs for transplants (Sally Satel/The Washington Post) – Selama ini, sistem transplantasi organ didasarkan pada kerelaan pendonor untuk menyumbangkan organnya secara cuma-cuma pada orang asing, dan belasan pasien yang mati tiap harinya karena tak kuat berada dalam antrian waiting list donor organ yang panjangnya bisa mencapai ratusan ribu orang. Bisakah sistem ini memberi insentif finansial untuk transplantasi tanpa membuatnya jadi seperti perdagangan tubuh manusia?

Kata Pengantar Mati Ketawa Cara Rusia oleh Gus Dur (hujanreda) – Mari mengintip sedikit isi pikiran ‘nakal’ seorang Gus Dur lewat kata pengantar yang ia tulis untuk sebuah buku kumpulan humor di tahun 1986. Konon si penerbit buku memberikan pekerjaan yang aneh ini kepada sang ulama karena waktu itu Gus Dur sedang butuh uang untuk menyekolahkan anaknya.

Why isn’t Holacracy working at Zappos? (Aimee Groth/Quartz) – Artikel ini sebenarnya hanya papan pijakan untuk belajar sistem manajemen yang baru bagi saya: Holacracy. Terdengar sangat kaku dan penuh aturan-aturan baku ketika saya membacanya, dan dari cerita-cerita ‘horor’ mengenai sistem ini (seperti apa yang terjadi di Zappos), sepertinya holacracy berusaha menghilangkan elemen ‘manusiawi’ dari sebuah kerja kelompok.

Sometimes There Are More Important Goals Than Civility (Vann R. Newkirk II/The Atlantic) – Kelompok liberal biasanya dituntut untuk berargumen dengan sopan terhadap kaum yang rasis dan intoleran agar bisa pelan-pelan mengubah pandangan mereka. Seringkali ini justru membuat minoritas (yang jadi korban) mendapat tekanan untuk bersikap baik-baik terhadap kaum yang tak ragu bersikap jahat terhadap mereka. Dalam beberapa situasi, melawan dengan frontal mungkin lebih baik dari bermanis-manis.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s