Film: Spy (2015)

Sebenarnya saya suka dengan film komedi genre spionase seperti Johnny English atau Kingsman. Ketika unggulan di genre ini semakin stagnan, biasanya unsur parodilah yang justru memberikan sesuatu yang unik dan segar – sambil tak lupa menertawakan para inspiratornya yang lebih serius, tentu saja. Tapi karena satu dan lain hal, Spy tahun lalu saya lewatkan dari tontonan. Judul yang sangat generik jelas tidak menolong filmnya.

spy

Mungkin salah satu sebabnya adalah Melissa McCarthy yang berperan jadi tokoh utama film ini. Bukan salahnya sih, tapi bagi saya dia seolah melambangkan semua stereotip tentang film komedi ala Amerika yang tak saya suka: Kasar, menjijikkan, dan sering main fisik. Sementara itu, saya sendiri lebih suka dengan komedi ala Inggris yang cenderung lebih mengandalkan permainan kata dan situasi absurd.

Maka saya agak terkejut ketika film ini membuktikan sterotip itu…dan saya tetap menyukainya. Ya, memang film ini menggambarkan karakter McCarthy memuntahkan isi perutnya dengan cukup gamblang, ada sejumlah lelucon mengenai genitalia, dan fisik McCarthy yang tambun juga sempat menjadi sasaran olok-olok. Tapi kualitas Spy jauh lebih dalam dari sekedar hal-hal yang tak saya sukai itu.

Pertama, ceritanya menurut saya cukup unik dan berbobot untuk sebuah film parodi. Dalam Spy, Susan Cooper (diperankan McCarthy) adalah seorang analis di markas CIA yang bertugas menyokong gerak-gerik agen lapangannya, Bradley Fine (diperankan Jude Law). Ketika dalam suatu misi Fine terbunuh dan identitas semua agen lapangan terbongkar, maka Cooper mengajukan diri untuk terjun ke lapangan, menyelesaikan misi Fine, dan mengungkap pelaku pembunuhnya.

Yang terjadi berikutnya adalah serangkaian pembuktian diri Cooper yang dianggap tidak kompeten oleh atasannya dan agen lain, terutama Rick Ford (dibawakan dengan komikal oleh Jason Statham) yang berusaha menyelesaikan misi Fine dengan caranya sendiri. Spy membalikkan ekspektasi penonton yang berharap Cooper akan menjadi karakter lucu yang postur tambun dan kekurangan pengalamannya menjadi sumber komedi dan kekacauan. Sebaliknya, ia dengan cukup kompeten (dan penuh humor) mengatasi berbagai rintangan sambil harus membereskan kekacauan yang dibuat oleh Ford dan tokoh antagonis film ini, Rayna Boyanov (diperankan oleh Rose Byrne).

Maka sepanjang film saya disuguhi tidak hanya sekedar adegan-adegan kocak, tapi juga secara subtil disisipi pesan-pesan pemberdayaan perempuan tanpa merasa terlalu diceramahi. Ini juga didukung oleh akting para pemerannya yang pas dalam membawakan karakter sebuah film komedi, terutama Jason Statham yang dengan tepat sasaran memparodikan stereotipe karakter yang ia perankan sendiri dalam film-filmnya seperti serial Transporter atau Crank.

Seusai menonton Spy, saya merasa film ini pantas masuk ke dalam jajaran teratas film-film komedi spionase terbaik. Selera humornya memang bukan untuk semua orang, tapi jika itu tidak menjadi halangan, Spy bisa menjadi film yang memberikan tawa dan inspirasi bagi yang menontonnya.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s