Web Log: Juni 2016

The End of College Essays (Rebecca Schuman/Slate) – ‘Curhat’ seorang dosen yang merasa tugas menulis esai yang dikerjakan mahasiswa sekarang ini kualitasnya tidak sebanding dengan waktu yang dibuang mereka untuk menuliskannya (itu juga jika mereka tidak tergoda untuk melakukan plagiat atau membeli esai yang sudah jadi) – terlebih lagi juga membuang waktu dosennya dalam menilai. Solusi yang ditawarkannya? Selain ujian tertulis, perlu juga ujian lisan.

Menulis Ringkas Ala Bertrand Russel (Zen RS) – Hampir lupa kalau Zen RS masih suka ngeblog. Saya diingatkan kembali oleh orang-orang yang membagikan tulisan lainnya (Ibadah Sebagai Piknik) di linimasa media sosial, tapi saya lebih suka tulisannya yang ini. Begitu selesai membacanya, saya jadi lebih ‘sadar’ mengenai struktur tulisan saya sendiri. Terlalu berpanjang-panjang; Contohnya bisa dilihat di web log di atas ini.

Body on the Moor (John Manel/BBC) – Sebuah kasus nyata yang sangat khas novel-novel misteri Inggris. Yang membuatnya semakin memikat untuk dibaca adalah cara BBC dan penulisnya menyajikan kasus ini: Penemuan mayat tak dikenal di tepi gunung, infografis yang mencerahkan, tangkapan kamera CCTV, dan bagaimana usaha para detektif dalam mengungkap kasusnya. Kasus bunuh diri (or is it?) tak pernah semenarik ini.

Associations of Prenatal Exposure to Ramadan with Small Stature and Thinness in Adulthood: Results From a Large Indonesian Population–Based Study (van Ewijk, Painter, & Roseboom) – Penelitian mengenai hubungan antara wanita muslim yang sedang hamil (dan asumsinya, ikut berpuasa) di bulan Ramadan dengan tipologi tubuh si anak ketika dia dewasa nanti. Hasilnya, mereka yang di kandungan saat bulan puasa sedikit lebih kurus dan pendek dibanding mereka yang dikandung di luar bulan puasa.

Sunk (Mitch Moxley/The Atavist Magazine) – Sebuah artikel long-form mengenai ambisi seorang milyuner Tiongkok untuk memproduksi sebuah film aksi-fantasi kolosal dengan skala blockbuster Hollywood. Kisruh di balik layarnya selama sepuluh tahun proses produksi (dan sampai sekarang film ini belum dirilis di bioskop) mungkin bisa dibikin menjadi satu film tersendiri yang berpotensi memenangkan Oscar.

A New Theory Explains How Consciousness Evolved (Michael Graziano/The Atlantic) – Pertanyaan mengenai bagaimana kesadaran terbentuk jelas lebih susah dari sekedar bertanya kapan kehidupan dimulai. Saya baru tahu ada teori yang dinamakan Attention Schema Theory. Menurut teori ini, kesadaran tumbuh dari kebutuhan sistem syaraf untuk memilah informasi yang lalu-lalang dalam sistemnya untuk kemudian diproses, direspon, bahkan diprediksi. Dan ini tampak dari proses evolusi hewan selama ratusan juta tahun.

Suharto dalam Tradisi Politik dan Militer (Aris Santoso/DW) – Artikelnya agak pendek dan terkesan tidak ‘tuntas’, tapi saya suka karena mengambil rentang waktu yang jarang dibahas, yaitu segera pasca 1966. Secara umum saya sudah tahu bahwa ada rivalitas  dalam tubuh ABRI (yang saya pernah baca adalah ‘ABRI Hijau’ vs. ‘ABRI Putih’ di tahun 90-an), tapi saya baru tahu ada juga persaingan kubu Diponegoro kontra kubu Siliwangi.

Dear Graduates: Don’t Follow Your Dream (David Wolpe/TIME) – Judulnya agak bombastis, tapi ia mengajukan pelengkap yang empatik dari seruan ‘follow your dream‘: Dengarkanlah juga mimpi orang lain. Sebaiknya saya kutip saja sebagian kata-katanya:

If you create a successful business, will you be fair to the people who work there and help them fulfill their aspirations while they work to fulfill yours? Will you donate, each of you, some of your money and time and heart and gifts to make sure that the dreams of those less fortunate do not evaporate in the mist of deprivation?

The Smart City Delusion (James Crabtree dan Reuben Abraham/The Straits Times) – Kritik mengenai latah proyek Smart City yang melanda berbagai pemkot di negara-negara berkembang. Seringkali visi-misinya kabur, tidak tepat sasaran, atau salah prioritas. Juga terlalu terfokus pada teknologi informasi dan infrastrukturnya, tapi melupakan aspek pengembangan manusia yang menjadi penghuni kota tersebut.

“Let’s talk about genre”: Neil Gaiman and Kazuo Ishiguro in conversation (New Statesman) – Dua penulis novel kelas berat ngobrol tentang apa itu genre, pakemnya, dan bagaimana batasan-batasan genre itu sendiri lebih sering ditentukan oleh penerbit dan toko agar lebih gampang menjual buku dan mengkategorikannya dengan rapi di rak-rak. Ada satu anekdot menarik mengenai Neil Gaiman yang diundang ke Tiongkok untuk konvensi fiksi-ilmiah pertama yang direstui oleh partai komunis di sana.

How Subarus Came to Be Seen as Cars for Lesbians (Alex Mayyasi/The Atlantic) – Saya baru tahu kalau Subaru itu rupanya merk mobil yang diminati kalangan lesbian; Artikel ini dengan lengkap menjelaskan sejarah di baliknya. Salut untuk Subaru yang berani (dan dengan cerdas) memasarkan diri ke konsumen LGBT ketika hal itu masih dianggap berisiko tinggi dan belum populer.

My Four Months as a Private Prison Guard (Shane Bauer/Mother Jones) – Artikel longform dan investigatif mengenai seorang jurnalis yang menyamar menjadi sipir penjara swasta selama empat bulan. Tujuannya adalah melihat sendiri betapa busuknya sistem privatisasi penjara dalam membuat Amerika Serikat menjadi negara dengan tahanan terbanyak di dunia.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s