Film: Deadpool (2016)

Meski Deadpool bukanlah tokoh komik mainstream, saya lumayan familiar dengan siapa dia; Terima kasih untuk komunitas internet yang suka menyertakan panel komiknya yang absurd dan kocak ketika membuat candaan atau meme. Karakternya agak unik, tapi itu belum cukup membuat saya mengangankan sebuah film Deadpool  – sampai internet akhirnya heboh begitu adegan tes CGI yang dibuat untuk proposal film live-action Deadpool bocor di internet.

deadpool

Ketika film Deadpool akhirnya benar-benar diproduksi, saya sejak awal sudah menetapkan diri untuk menontonnya; Saya cukup terkesan dengan adegan tesnya yang cuma beberapa menit, dan mendengar bahwa film penuhnya akan membawa ruh (dan adegan) yang sama membuat saya memiliki harapan yang serupa dengan Guardians of the Galaxy dan Ant-Man: Sebuah film superhero yang tak hanya menghibur, tapi juga membawa sesuatu yang baru di luar pakem film-film superhero yang ada sebelumnya.

Harapan saya untungnya tidak terlalu ketinggian. Film ini mampu mewujudkan gaya banyolan si merc with a mouth dengan baik ke format film live-action layar lebar. Tapi itu pendapat saya yang sudah cukup kenal dengan karakternya tahu apa yang saya harapkan dari dialognya; Untuk istri saya yang hampir sama sekali belum kenal siapa Deadpool sebelumnya (kecuali sedikit cameo di X-Men Origins: Wolverine), Deadpool menjadi tokoh yang bikin pusing karena dia terlalu cerewet dalam mengomentari semua hal yang terjadi.

Keberhasilan film ini menurut saya juga didukung oleh akting Ryan Reynolds yang meyakinkan sebagai Deadpool; Istilah ‘akting’ menurut saya justru kurang pas, karena pada dasarnya Reynolds sudah memiliki kepribadian dan karisma yang sempurna sebagai Wade Wilson, tokoh di balik topeng Deadpool – sama sempurnanya seperti Robert Downey Jr. sebagai Tony Stark. Saking menonjolnya Reynolds sebagai Deadpool, akting bintang-bintang pendukung lainnya menjadi tidak begitu mengesankan – meski tidak buruk-buruk amat juga.

Dari segi cerita, film ini juga cukup ‘bijak’ untuk tidak mengambil tema kekacauan skala luas seperti film-film superhero lain yang beranggaran lebih besar. Malah, temanya cukup intim karena cerita film ini sesungguhnya adalah cerita cinta – yang membuatnya jadi semakin menggelikan ketika dipadukan dengan lawakan gelap dan karakter Deadpool yang absurd. Dan meski adegan-adegan aksinya lumayan enak dipandang, cerita yang lebih personal (dan mungkin juga anggaran yang pas-pasan) juga membuat film ini tidak begitu banyak memiliki setpiece penuh ledakan dan CGI yang memukau mata.

Setelah dipikir-pikir lagi, humor Deadpool memang bukan selera kebanyakan orang – dan karena film ini sangat mengandalkan Wade Wilson/Deadpool untuk melucu di hampir setiap adegan, orang yang tidak klop dengan humornya mungkin tidak akan menyukai film ini. Tapi sebagai seorang yang menonton hampir semua film superhero Marvel dan DC, saya cukup puas dengan kebaruan yang dibawa oleh film ini; setidaknya layak untuk disandingkan dengan Guardians of the Galaxy dan Ant-Man.

Iklan

4 comments

  1. Saya salah satu penggemar deadpool dan antman, memang selera humornya agak lebih berat dari pada ant man. Filmnya ini saya rasa tidak terlalu berat seperti superhero versus yang baru baru ini ditayangkan di bisokop. 🙂

    Suka

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s