Film: Automata (2014)

Tahun 2014 telah datang dan berlalu, dan ini ada satu lagi film yang tak pernah saya ketahui keberadaannya: Automata, sebuah film drama genre fiksi ilmiah dengan spesialisasi pada etika robotika, dan dibintangi oleh Antonio Banderas; Cukup menarik perhatian, sampai saya teringat pada I, Robot-nya Will Smith yang agak mengecewakan. Memang sekilas saya lihat rating-nya cukup jelek, tapi berhubung saya menyukai genre-nya dan film ini diputar gratis di kanal TV berbayar, tak ada salahnya dicoba dilihat.

automata

Latar belakang dunia Automata mungkin terdengar familiar bagi penggemar fiksi ilmiah: Di masa depan, peningkatan radiasi matahari membuat bumi menjadi padang pasir. Untuk menjaga kota-kota yang tersisa, sebuah perusahaan bernama ROC menciptakan robot -disebut automata- untuk membantu manusia membangun dinding raksasa dan balon pencipta awan pelindung radiasi. Setiap automata memiliki dua perintah dasar: 1. Dilarang melukai makhluk hidup, dan 2. Dilarang memperbaiki dirinya atau robot lain. Kedua perintah itu tidak bisa diubah; Mestinya tidak bisa diubah…

Buat penggemar fiksi ilmiah seperti saya (yang tidak bisa dibilang penggemar berat), latar belakang Automata mungkin terlalu familiar. Setting semacam itu sudah banyak dijumpai di buku, serial TV, film, atau game bertema serupa yang lebih senior -dan film ini tidak memberikan twist atau menambahkan sesuatu yang benar-benar baru. Pun penggambaran visualnya -misalnya atmosfer kota, cara berpakaian, atau model robot- juga tidak memiliki ciri khas yang tidak dapat ditemui di film-film ber-genre sejenis.

Saya kira mungkin ceritanya masih memiliki sedikit orisinalitas…tapi ternyata tidak juga. Kisah robot yang berusaha melampaui batasan pemrogramannya, dan pertanyaan etis mengenai sejauh apa robot yang berpikir mandiri bisa dikatakan ‘hidup’ adalah kisah fiksi ilmiah klasik yang kerap diceritakan kembali dalam berbagai medium, tapi Automata benar-benar cuma mengulang kisah klasik itu dengan segala klisenya. Alhasil saya jadi tidak benar-benar ingin mengetahui bagaimana ceritanya berjalan, karena semuanya terasa sudah pernah dilihat sebelumnya dan dieksekusi dengan lebih baik.

Patut disayangkan memang, karena menurut saya akting Antonio Banderas di Automata cukup baik. Sebagai Jacq Vaucan, penyelidik asuransi untuk ROC, ia bisa membawakan karakternya yang penuh keletihan terhadap kota yang ia benci, juga kegelisahan terhadap istrinya yang sedang hamil besar dan masa depan mereka berdua. Vaucan mungkin juga termasuk karakter fiksi ilmiah yang klise, tapi saya rasa ini adalah satu dari sedikit elemen yang bisa dieksekusi dengan baik oleh Banderas. Sayangnya hal serupa tidak bisa dikatakan mengenai karakter-karakter lainnya yang sedatar robot.

Jika film-film fiksi ilmiah dijejerkan menurut kualitasnya, mungkin Automata akan berada di urutan menjelang bawah. Buat orang-orang yang belum familiar dengan segala konvensi fiksi ilmiah di pelbagai media, film ini mungkin bisa memantik pemikiran mengenai etika kecerdasan buatan. Tapi buat mereka yang pengalaman fiksi ilmiahnya sudah segunung, Automata terasa seperti robot yang hanya bisa meniru penciptanya.

Iklan

One comment

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s