Film: Tom Yum Goong (2005)

Film Tony Jaa pertama yang saya tonton adalah Ong Bak sewaktu kuliah. Waktu itu saya cukup terkesan dengan dua hal: Pertama, adegan aksinya yang cukup brutal, meski agak mentah. Kedua, Ong Bak membawa alternatif subgenre baru selain film aksi Barat maupun film aksi Mandarin; Ong Bak lalu menjadi cult hit bagi penggemar film aksi sedunia dan mungkin telah merintis jalan bagi The Raid.

Setelah Ong Bak, saya belum pernah menonton film-film Tony Jaa selanjutnya meski ada beragam sekuelnya. Paling mentok, saya hanya menonton secuplik adegan pertarungannya di YouTube saja. Maka ketika ada Tom Yum Goong (juga dijuduli The Protector) lewat di kanal TV, sayapun penasaran dengan perkembangan subgenre film aksi Muay Thai ini.

tomyumgoong

Yang saya perhatikan pertama kali, tentu saja, adalah aksinya. Ugh, mungkin saya memang lebih baik membiarkan sikutan Tony Jaa terbayang-bayang di nostalgia saja. Ingatan saya tentang Ong Bak memang cukup positif, jadi agak mengejutkan ketika saya bosan melihat aksi Jaa di Tom Yum Goong.

Oke, gerakan-gerakannya memang masih mengesankan, tapi semuanya terbuang percuma ketika 90 persen lawan yang ia hadapi adalah musuh-musuh kelas kroco yang tak sempat mendaratkan lebih dari dua pukulan/tendangan sebelum sendi-sendi mereka diretakkan oleh Jaa. Ia seperti berdansa sendiri dengan musuh-musuh yang diperlakukan seperti prop ketimbang partner dalam koreografi aksinya.

Bahkan ketika karakter Jaa menemui lawan yang seimbang, aksinya masih tidak terlihat memuaskan. Kamera yang berpindah-pindah terlalu cepat membuat saya kesulitan melihat alur pertarungan…atau memang koreografi aksinya tidak memiliki alur atau ritme yang apik, sehingga fast cut itu adalah satu cara untuk menyamarkannya. Mungkin alasannya adalah yang kedua, karena adegan pertarungan karakter Jaa dengan lawan-lawan yang lebih tangguh (yang saya hitung: jagoan capoeira, wushu, dan…gulat?) juga tidak terlihat merdu; Ibaratnya seperti nyanyian duet, tapi suara kedua penyanyi tidak pas mengisi satu sama lain.

Yang membuat saya lebih kecewa adalah jalan ceritanya yang tipis dan skenarionya yang menggelikan. Memang cerita yang logis atau menggugah bukanlah prasyarat penting untuk sebuah film aksi yang menarik, tapi apa yang dimiliki Tom Yum Goong ini termasuk cukup jelek, bahkan untuk kaliber film aksi Asia.

Sembilan puluh persen dialog karakter Tony Jaa adalah “Di mana gajah saya?!” Dan cerita mengenai mengapa gajah itu perlu diculik dari Thailand dan diselundupkan ke Australia, dan kenapa kemudian harus terkait dengan sindikat mafia di Sydney, membuat saya garuk-garuk kepala sepanjang film. Jika si penulis skenario harus mencari-cari alasan untuk Tony Jaa menghajar puluhan orang, maka apa yang ia tulis di film ini bukan alasan yang bagus untuk membuat penonton bersimpati dengan perjuangan tokoh utamanya.

Ngomong-ngomong tentang Sydney, pengambilan gambarnya juga sangat disayangkan. Mungkin bisa dimaklumi karena kendala teknis atau anggaran, tapi saya tidak merasa karakter Tony Jaa benar-benar berada di Sydney, suatu kota asing di benua yang lain; Rasanya seperti 99 persen adegan disyut di Thailand (mungkin dengan bantuan latar belakang CG dan sejumlah ekspat Australia), karena toh mayoritas peristiwa yang terjadi di Sydney berlangsung di dalam ruangan (pabrik kosong, apartemen, perkantoran).

Mungkin satu-satunya aspek yang cukup positif dari Tom Yum Goong ini adalah usaha sutradaranya untuk membuat adegan aksi fenomenal selama 4 menit tanpa jeda kamera. Tapi seperti yang sudah diutarakan di awal, saya sudah melihat cuplikan adegan itu di YouTube, dan saya tidak merasa menonton film penuhnya memberikan tambahan pengalaman yang berarti.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s