Game: Lifeline… (iOS, 2015)

Karena menonton The Martian kemarin, saya jadi ingat akan satu game di iPad saya yang waktu itu juga baru mulai saya mainkan. Lifeline memiliki tema yang serupa dengan The Martian, yaitu tentang seseorang yang terdampar sendirian di sebuah planet antah-berantah. Yang juga mirip adalah bahwa kemudian Taylor, tokoh utamanya, cuma bisa berkomunikasi melalui teks dengan seseorang di bumi; Di dalam game ini, orang itu adalah saya.

lifeline

Gambar di atas adalah perwakilan dari 99 persen yang saya lihat ketika memainkan Lifeline. Tidak ada poligon 3 dimensi, animasi 2 dimensi, bahkan sekedar gambar ilustrasi di game ini; Semuanya dilakukan melalui teks putih dengan latar belakang abu-abu.

Sesekali, saya diminta membantu membuat keputusan mengenai apa yang harus dilakukan oleh Taylor: Apakah sebaiknya pergi ke geladak atau ke laboratorium dulu? Melanjutkan menjelajah atau kembali ke markas? Makan ransum sekarang atau menyimpannya untuk saat darurat? Setiap alternatif yang saya pilih berdampak pada bagaimana kelanjutan ceritanya bisa berubah. Bahkan dalam beberapa kasus, pilihan yang ‘salah’ bisa berdampak fatal bagi Taylor.

Untungnya setelah kematian pertama, muncul fitur rewind story dan fast mode. Mengapa perlu ada fast mode? Karena Lifeline mencoba menggambarkan perjalanan waktu dengan realistis. Jika saya mengusulkan supaya Taylor pergi menjelajah, dan itu memakan waktu dua jam, maka saya perlu menunggu dua jam sebelum ia mengontak saya kembali. Hal yang sama terjadi setiap Taylor tidur, di mana sayapun perlu menunggu…yah, semalaman.

Ini membuat pengalaman bermain Lifeline terasa lebih riil; Seolah-olah saya benar-benar chatting secara real-time dengan seseorang nun jauh di luar angkasa sana. Fitur fast mode menjadi berguna ketika saya harus mengulang cerita (atau sudah menamatkan dan ingin main lagi dengan pilihan-pilihan berbeda) tanpa harus mengulang proses menunggunya juga.

Dengan gameplay yang minimalis, satu-satunya yang bisa diharapkan dari Lifeline adalah cerita dan karakterisasinya. Inipun masih ada batasan: Tidak ada narasi dari sudut pandang ketiga, sehingga semua gambaran lingkungan sekitar ‘disuarakan’ melalui apa yang dideskripsikan oleh Taylor. Sejauh ini saya kira dialognya (atau mungkin lebih tepatnya monolog?) cukup bagus dan terasa seperti benar-benar diucapkan oleh seseorang yang punya kepribadian, emosi, dan preferensinya sendiri.

Dari sisi cerita, hampir tidak ada yang benar-benar baru atau inovatif dari Lifeline jika sudah akrab dengan film, buku, atau game mengenai terdampar di tempat asing. Ada kesibukan mengais-ngais perbekalan yang masih bisa diselamatkan, struktur misterius di ufuk yang tidak tampak seperti buatan alam, hingga pergerakan misterius di malam hari ketika Taylor mencoba tidur. Tapi ketika saya kira saya sudah memprakirakan segalanya, ada satu twist menjelang akhir game yang tidak saya duga-duga, yang membuat segalanya menjadi lebih menarik dan membuat pengalaman saya membantu perjuangan Taylor menjadi jauh lebih bermakna.

Jika fitur fast mode tidak saya aktifkan dan setiap pertanyaan dari Taylor langsung saya jawab, pengalaman bermain Lifeline kira-kira memakan waktu tiga hari. Tiga hari mungkin waktu yang cukup singkat untuk mengenal seseorang, tapi game ini berhasil menciptakan karakter dan cerita yang simpatik dalam waktu yang sesingkat itu. Saya seperti mengikuti perjalanan Taylor bertahan hidup langkah demi langkah, sehingga ketika ia hampir menyerah pada keadaan, saya bisa mengatakan bahwa saya dengan tulus memberi semangat untuknya.

KETERANGAN

Judul: Lifeline…
Genre: Petualangan, Indie
Pengembang: 3 Minute Games, LLC
Penerbit: 3 Minute Games, LLC
Rilis: 20 April 2015

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s