Web Log 21 September – 4 Oktober 2015

Web Log kedua setelah berganti format menjadi dwi mingguan. Betul juga, kayaknya lebih nyaman dengan format seperti ini dibanding seminggu sekali.

Ernst & Young Removes Degree Classification From Entry Criteria As There’s ‘No Evidence’ University Equals Success (Huffington Post) – Intisari beritanya sudah jelas di judul. Ijazah tetap dilihat sebagai nilai tambah, tapi tidak lagi menjadi syarat minimum untuk bisa memasukkan lamaran. Sulit menerapkan seperti ini di Indonesia secara efisien dan efektif, karena masih sedikit yang memakai online assessment seperti di E&Y.

Emma: Master Shredder (ABC OPEN) – Seorang ibu mati-matian mencoba mengajari anaknya yang memiliki sindrom autisme untuk membaca dan menulis. Tapi kemudian si ibu berpikir lagi: Mungkin ini adalah ‘bonus’. Maka kini si anak mempunyai jasa penghancuran dokumen-dokumen sensitif dari kantor pengacara dan koperasi setempat.

The Anatomy of the Art of Dragonball (Effort Posts) – Bagi saya, gaya gambar Akira Toriyama terlihat sederhana, bahkan cenderung ‘begitu-begitu saja’ (lihat evolusinya dari Dr. Slump, Dragon Ball, Chrono Trigger, hingga serial Dragon Quest). Tapi analisis mengenai gaya gambar Dragonball ini memberi sudut pandang lain: Di balik kesederhanaannya, gaya gambar Toriyama menyimpan fondasi yang kuat mengenai bagaimana seorang maestro komikus menyampaikan cerita melalui medium visual.

Marco Kusumawijaya, “Developer Itu Tidak Efisien” (Housing Estate) – Wawancara dengan seorang arsitek ‘aktivis pencinta kota’ mengenai bisnis properti. Ide-idenya cukup sosialis, seperti UU Antispekulasi agar tanah dikodratkan jadi alat produksi, bukan spekulasi. Lagipula menurut datanya, 85 persen pembangunan properti dilakukan swadaya oleh masyarakat sendiri, sehingga harusnya mereka yang diberdayakan. Btw, orang ini rupanya mau maju jadi cagub DKI di 2017 melawan Ahok.

Why are Christian Movies so Painfully Bad? (Vox) – Analisis menarik mengenai mengapa film-film Kristen kualitasnya begitu jelek. Atau dalam lingkup yang lebih luas lagi: Mengapa orang-orang Kristen (terutama kaum evangelis) merasa perlu mencipta ulang musik, film, atau budaya pop, tapi sudah disterilkan dengan napas Kekristenan. Sebuah anekdot yang ‘menusuk’:

…an apocryphal anecdote attributed to Martin Luther. After a cobbler converted to Christianity, he asked the German theologian how he could be a good Christian cobbler. Luther responded, “The Christian shoemaker does his duty not by putting little crosses on the shoes, but by making good shoes, because God is interested in good craftsmanship.”

Kupas Tuntas Produk Minuman yang (katanya) Berkhasiat (Zenius)Debunking ilmiah mengenai khasiat air beroksigen, air alkali (kangen water), dan air berelektron. Beberapa penjelasan kimiawinya agak sulit diikuti oleh saya yang trauma dengan pelajaran kimia SMA, tapi secara keseluruhan dalil-dalil argumennya bisa dipahami awam.

Mati Ketawa ala Tapol 65 (Mojok.co) – Saya ingat waktu kecil punya beberapa kumpulan lelucon “Mati Ketawa ala…”; biasanya kemudian disebut negara Rusia atau negara-negara Eropa Timur macam Polandia atau Bulgaria. Baru sesudah dewasa saya paham konteksnya dan betapa istilah ‘mati ketawa’ itu bisa lebih literal dari apa yang saya bayangkan waktu kecil. Itu satu lagi contoh gaya lelucon ‘mati ketawa’ yang khas Indonesia. Semoga kelak ada bukunya.

Why I’ve Stopped Doing Interviews for Yale (Math with Bad Drawings) – Pengakuan seorang pewawancara untuk seleksi masuk calon mahasiswa Yale mengenai betapa random-nya kriteria penerimaan ketika peminat membludak dan semuanya cemerlang di sekolahnya dulu. Ini mungkin berlaku di kebanyakan universitas atau perusahaan populer, jadi ‘kurang beruntung’ bisa jadi alasan penghibur yang valid jika ditolak.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s