Game: Abyss Odyssey (PC, 2014)

Dengan begitu banyaknya backlog game yang saya miliki di komputer, saya pikir mungkin ada baiknya mulai memainkan beberapa dan menuliskan impresi saya di blog ini. Anehnya, yang pertama justru belum saya miliki; Abyss Odyssey sedang promo free weekend di Steam ketika saya menulis ini, dan itu berarti saya punya waktu sekitar 2 hari sepanjang akhir pekan untuk mencicipinya dengan gratis. Setelah waktu saya hanya tersisa sekitar 6 jam, saya merasa sudah cukup bermain; Inilah kesan-kesan saya mengenai game ini.

abyssodyssey

Kesan pertama saya adalah, wow, gaya gambar Abyss Odyssey sangat khas di antara game-game ber-genre serupa. Secara teknologi, grafik 3D-nya lumayan baik untuk ukuran game indie, tapi bagi saya yang menonjol adalah ilustrasi 2D dan desain karakter-karakternya yang bagaikan diangkat dari novel grafis terbaru keluaran Vertigo. Katrien, karakter utama yang saya mainkan mungkin ‘hanyalah’ seorang ahli pedang wanita berbaju minim, tapi desain monster-monster yang saya hadapi sejauh saya bermain cukup unik dan sulit ditemukan padanannya di game-game lain.

Sayangnya kekuatan visual Abyss Odyssey mulai memudar pesonanya semakin lama saya berada di dalam permainan. Gameplay-nya sendiri memadukan beberapa elemen dari genre yang berbeda: Dengan sudut pandang dari samping ala game-game sidescroller, Katrien harus turun ke labirin bawah tanah dan menghadapi monster-monster mematikan untuk mencapai tujuan akhir: Mengalahkan sang Warlock di lantai terbawah. Labirin ini didesain secara acak dan berubah tata letaknya setiap saya mati dan mulai dari atas lagi.

Level yang acak ini adalah salah satu nilai lebih yang dijual oleh Abyss Odyssey agar orang tidak bosan bermain: Jaminan bahwa setiap kali saya masuk ke dalamnya, saya akan menemukan sesuatu yang baru dan berbeda dari labirin sebelumnya. Kenyataannya, dalam beberapa kali mengulang saja saya sudah bisa menduga-duga semua template yang mungkin digunakan sehingga saya tidak mengalami sesuatu yang benar-benar fresh. Template-nya juga sangat mendasar, tidak imajinatif, dan tidak memotivasi saya untuk terus bermain agar bisa melihat seperti apa bentuk labirin di tingkat yang lebih bawah.

Jika desain level saja tidak cukup untuk membuat saya berhenti bermain, yang akhirnya menghabiskan kesabaran saya adalah kontrolnya yang membuat frustrasi. Meski ada sedikit unsur RPG dalam Abyss Odyssey, gameplay dasarnya serupa seperti game fighting: Ada normal attack dan special attack, yang semuanya bisa di-combo dan divariasikan dengan gerakan maju, mundur, merunduk, atau melompat ke udara. Celakanya, kontrol dengan keyboard dan mouse sangat tidak responsif sehingga saya perlu berkali-kali berlatih dan memperlambat input ketikan saya hanya agar bisa mengeksekusi combo sederhana.

Selain kontrol yang tidak presisi, hal lain yang membuat saya ‘makan ati’ adalah ritme karakter saya yang lambat dan kaku. Setiap kali Katrien menyerang, bahkan hanya dengan combo normal attack sederhana, ia akan ‘terkunci’ dalam animasi menyerang yang harus ditunggu hingga selesai agar bisa melakukan hal lain (melompat, merunduk, atau melakukan combo lain).

Animasi ini hanya berlangsung sepersekian detik, tapi sudah tak terhitung berapa kali saya hanya bisa pasrah setiap kali Katrien ‘lumpuh’ dalam animasi menyerangnya dan musuh mundur ke belakang sehingga tak terjangkau serangan, atau melompati Katrien dan menyerang punggungnya yang tak terlindungi. Begitu saya memasuki bagian pertengahan labirin di mana saya harus menghadapi tiga hingga empat musuh sekaligus yang menyerang dari berbagai sisi, saya tahu bahwa sudah waktunya saya move on dari game ini.

Kesimpulannya, saya sungguh menyayangkan mengapa keindahan ilustrasi visual Abyss Odyssey tidak dibarengi dengan desain level yang lebih variatif. Ditambah dengan kontrol dan pengendalian karakter yang membuat frustrasi, saya bersyukur tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk mencoba game ini.

Keterangan

Judul: Abyss Odyssey
Genre: Aksi, Petualangan, Indie
Pengembang: ACE Team
Penerbit: ATLUS
Rilis: 15 Juli 2014

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s