Web Log 31 Agustus-6 September 2015

Yay, Web Log kedua!

Mason Currey (Advice to Writers) – Saya tidak tahu siapa itu tuan Currey, mungkin saya juga tidak pernah membaca karyanya. Tapi saya tertarik dengan persepsinya mengenai writer’s block dan perlunya membangun aktivitas menulis sebagai kebiasaan rutin harian.

Have you ever suffered from writer’s block? Yes, and for me it’s a sign that there is some fundamental flaw in the project at hand—it means that I don’t really know what I’m trying to say, or that I’m attempting something that’s just not a very good idea.

Manufacturing Happiness (Happiness Artisans) – Ajakan sosial yang sederhana: Ketika kita mendapat pengemudi Go-Jek/GrabBike/Uber yang baik, berilah pujian yang personal selain rating yang sempurna. Sederhana, tapi saya yakin pasti mencerahkan hari mereka yang sepanjang hari berkutat dengan kemacetan Jakarta yang menggerogoti jiwa.

The talk about Chinese-Malay participation in Bersih 4 (Unspun) – Demo besar-besaran di Malaysia yang menuntut perdana menterinya mundur karena kasus korupsi mulai dibenturkan dengan provokasi rasial: Bahwa sebagian besar pendemo adalah orang Malaysia keturunan Tiongkok, dan ini menunjukkan dominasi keturunan Tiongkok di ranah politik Malaysia. Jadi teringat soal ribut-ribut istilah ‘pribumi’ dan ‘aseng’ di sini…

The Act of Gift Giving in Japan (GaijinPot) – Artikel singkat mengenai etiket memberi hadiah di Jepang. Sebaiknya bawa ketika berkunjung ke rumah orang, dibungkus kertas kado dan dimasukkan ke kantong plastik belanja, serta ucapkan ini ketika memberinya, “Ini hadiah tidak seberapa, mohon bisa diterima.”

Senjakala Mangga Dua (Info Komputer) – Liputan mengenai pudarnya pamor Mangga Dua sebagai pusat belanja komputer di Jakarta. Ada beberapa faktor yang dibahas seperti menurunnya volume penjualan PC desktop dan peralihan trend ke ponsel pintar dan PC tablet. Buat saya yang utamanya membuat saya malas ke sana itu satu: Macet!

Mengenang Kasus Hipotermia Nazi (Cogito) – Membahas etika penelitian, dengan studi kasus eksperimen Nazi di kamp konsentrasi Dachau. Apakah sekelompok orang bisa dikorbankan untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas? Bukan bahasan baru sebenarnya, tapi saya sudah cukup senang bisa ketemu jurnal filsafat online lokal.

Anyway, malah ketemu artikel yang lebih menarik di Cogito: Si(apa) Fans Fiksi di Antara Kita? Resensi buku yang membahas dunia fanfiction dan fandom (komunitas penggemar fanfiction) dari kaca mata filsafat. Selalu menarik melihat ilmu yang dianggap serius dan ‘mengawang-awang di dunia ide’ membahas budaya pop yang terkesan remeh-temeh.

The Problem With the “Swedish Model” for Sex Work Laws (New Republic) – Kritik terhadap hukum Swedia mengenai prostitusi, di mana jadi PSK itu legal tapi membeli jasa PSK itu ilegal. Ini memang masalah yang rumit: Pekerjaan ‘tertua di dunia’, terkait hasrat dasariah manusia, dan terkait erat dengan eksploitasi dan perdagangan manusia. Satu kutipan yang menarik:

If campaigners are concerned that poverty takes away people’s choices, we suggest that a real solution would be to tackle poverty, not to criminalise what is often the final option that people have for surviving poverty.

 

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s