Film: Ant-Man (2015)

Ant-Man termasuk salah satu film blockbuster yang saya tunggu-tunggu di tahun 2015. Meskipun karakter komiknya (berikut sutradara dan sebagian besar aktor pemeran di filmnya) cukup asing bagi saya, tapi saya menaruh harap pada kemampuan studio film Marvel untuk mengangkat karakter-karakter yang tidak terkenal dan membuat penonton jatuh cinta dengan mereka pada tontonan pertama.

ant-man

Hal pertama yang menjadi perhatian utama saya adalah Paul Rudd yang berperan sebagai Scott Lang, si Ant-Man. Istri saya menyamakannya dengan Adam Sandler, dan saya cukup setuju dengan penilaian itu. Paul Rudd membawakan Scott Lang dengan penuh rasa tawar. Akting Rudd tidak membuat saya mudah berempati dengan segala emosi pelik yang dihadapi karakternya. Dan -lebih parah dari Adam Sandler- ketika berusaha melucupun, penyampaiannya seringkali nggak begitu ‘nendang.’

Untungnya Rudd dikelilingi oleh pemeran pembantu yang berakting lebih baik. Dari sisi drama, ada Michael Douglas sebagai Hank Pym dan Evangeline Lilly sebagai putrinya, Hope van Dyne, yang cukup berhasil menyampaikan dinamika bapak-anak yang tidak harmonis dan penuh konflik. Untuk komedinya, Michael Pena rasanya yang paling sukses melontarkan adegan-adegan penuh tawa yang bakal terus diingat oleh penonton.

Lebih untungnya lagi, skenario Ant-Man menurut saya juga cukup kuat. Meskipun sepertiga pertama film berjalan agak lambat untuk menjabarkan karakter Scott Lang (yang, perlu digarisbawahi lagi, tidak dieksekusi dengan baik oleh Paul Rudd), tapi duapertiga sisanya sangat menghibur dengan komposisi drama, aksi, dan komedi yang pas.

Jalan ceritanya sendiri juga relatif unik untuk ukuran film superhero Marvel. Ketimbang berfokus pada aksi bombastis yang penuh kehancuran seperti film Marvel sebelumnya (Avengers 2, yang menurut saya agak membosankan karena itu), cerita Ant-Man mengangkat kekuatan utama sang superhero (kemampuan mengecilkan diri) untuk menampilkan adegan-adegan yang khas, seperti penggunaan semut sebagai transportasi dan senjata atau menyelinap dan bertarung di tempat kecil atau setting miniatur.

Bagi saya, Ant-Man merupakan satu lagi kesuksesan Marvel dalam mempromosikan superhero baru setelah sebelumnya sukses mempopulerkan Guardians of the Galaxy. Memang akting Paul Rudd menjadi noda hitam yang cukup mencolok untuk film yang cemerlang ini, tapi saya tetap yakin dan antusias menanti usaha Marvel dalam menampilkan film superhero baru mereka berikutnya: Doctor Strange dan Black Panther.

Iklan

3 comments

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s