Resensi: Hummingbird (2013)

Sebenarnya saya lumayan suka dengan film-filmnya Jason Statham; Untuk ukuran film  barat, koreografi aksinya cukup bersih dan enak dilihat, tapi juga masih realistis dan tidak terlalu akrobatik seperti film aksi dari negeri-negeri timur. Sayangnya dia terlihat hanya semacam one trick pony; Setelah Transporter, film-film Statham selanjutnya terasa seperti pengulangan dengan nama dan kulit luar yang diganti sekadarnya.

hummingbird

Maka saya agak kaget juga dengan Hummingbird ini. Setengah jam pertama tidak ada aksi sama sekali; Malahan kita disuguhkan dengan Jason Statham si gelandangan gondrong pemabuk (well, yang sebenarnya eks-tentara yang buron dari pengadilan militer sih…) yang diam saja ketika digebuki. “Wah, apa Statham akan main dramatik di sini?” pikir saya. Ternyata tidak juga; lewat setengah jam itu, ia mencukur plontos kepalanya dan jadi tukang pukul mafia Tiongkok. Well, so much for the drama…

Tapi toh tidak ada penambahan adegan aksi yang berarti; sampai film selesai, mungkin jumlah adegan kelahinya bisa dihitung dengan satu tangan. Di sisi lain, drama yang ingin ditampilkan juga ‘nggak nendang.’ Padahal skenarionya lumayan bagus: Tentang eks-tentara dengan gangguan stres pasca trauma yang berusaha memperbaiki kesalahan masa lalunya dengan caranya sendiri. Pun penyutradaraannya saya kira cukup berhasil dalam menggambarkan dunia malam London yang dingin dan brutal.

Sayangnya akting Statham sendiri merusak latar panggung yang sesungguhnya sudah bagus ini. Ekspresi wajah dan gerak-gerik tubuhnya masih sama seperti Statham di film Transporter, cocok untuk film aksi tapi sama sekali gagal menggambarkan seorang karakter yang penuh konflik moral. Meskipun akting lawan mainnya lumayan bagus, tapi Statham selalu berhasil membuat adegan interaksi mereka berdua nyaris nihil emosi.

Secara keseluruhan Hummingbird menurut saya adalah film yang nanggung dan kemungkinan besar tidak memenuhi semua harapan. Kalau menonton film ini untuk berharap aksi-aksi bela diri Statham yang biasa, siap-siaplah untuk kecewa; Tapi kalau berharap sebuah film drama yang menggugah, akting Statham yang sangat, sangat kaku membuat saya sulit percaya bahwa hatinya tidak terbuat dari batu.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s