Ephemera

Saya tahu kalau sesungguhnya keahlian menulis itu lebih dominan dihasilkan dari latihan yang terus-menerus ketimbang bakat bawaan semata. Sayangnya motivasi yang awalnya menggebu-gebu itu selalu terbentur pada sebuah hal yang sama-sama intrinsik sifatnya: Perfeksionisme, tendensi yang bisa dibilang berlawanan dari usaha latihan dan keinginan belajar dari kesalahan.

mayfly

Padahal sejak semula saya sudah tidak menetapkan yang berat-berat. Cukup menulis renungan, temuan, atau resensi dari konsumsi media sehari-hari. Target yang sangat longgar, sebisanya saja. Tapi mungkin memang bawaan perfeksionisme yang melumpuhkan itu begitu kuat menggerogoti niatan di depan. Seolah-olah semua pengalaman harus ‘diabadikan’ lewat tulisan di blog ini, dan seakan semua tulisan di blog ini adalah portofolio yang seharusnya mewakili keahlian menulis terbaik saya.

Saya jadi merasa seperti seorang fotografer amatiran yang begitu sibuknya mencari sudut pengambilan gambar dan pencahayaan terbaik untuk memotret terbenamnya matahari, sampai-sampai ia tak menyadari ketika kegelapan malam sudah tiba. Jadilah selama beberapa bulan ini kepenulisan saya lumpuh; Memang banyak aktivitas lain yang saya lakukan dalam jangka waktu itu, tapi semuanya lebih terasa sebagai alasan yang gampang untuk menghindar dari kegiatan menulis.

Maka setelah beberapa bulan dalam gelap, saya merasa ada baiknya menyambut terbitnya matahari dengan sudut pandang yang lebih ‘dangkal’. Alih-alih melihat tulisan sebagai sebuah rekam jejak, saya akan mencoba menulis dengan melihat hasilnya sebagai sebuah ephemera:

Ephemera (singular: ephemeron) is any transitory written or printed matter not meant to be retained or preserved.[…] Ephemera (ἐφήμερα) is a noun, the plural neuter of ephemeron and ephemeros, Greek and New Latin for ἐπί – epi “on, for” and ἡμέρα – hemera “day” with the ancient sense extending to the mayfly and other short lived insects and flowers and for something which lasts a day or a short period of time.

Mudah-mudahan dengan perspektif baru ini, saya bisa lebih berfokus pada proses ketimbang pada hasil. Toh, sebenarnya halaman disclaimer yang sudah dipampang di sebelah itu sudah memberi legitimasinya.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s