Resensi: The Lego Movie (2014)

Bisa sebagus apa sih sebuah film yang berbasiskan mainan? Mungkin bisa ‘sebagus’ serial Transformers (dengan kata lain: Visual yang cantik, tapi cerita buruk rupa), tapi Lego kan (setidaknya Lego yang zaman dulu) tidak ada kanon ceritanya? Apa The Lego Movie sebenarnya cuma iklan mainan berdurasi 1.5 jam? Maka saya pun penasaran dengan sambutan yang begitu meriah dari para peresensi dan penonton film ini. Bisa sebagus apa sih film ini?

legomovie

Yang sejak awal membetot minat saya adalah ceritanya yang kuat. Alurnya rapi sampai akhir, tidak ada yang bertele-tele, dan humornya efektif dan lucu untuk semua umur tanpa terdengar kekanak-kanakan atau ‘rendahan’ (baca: slapstick). Dan perkembangan cerita di paruh kedua film menurut saya mengangkat The Lego Movie ke ranah yang lebih tinggi dari sekedar ‘film buat anak-anak’; Mungkin bahkan cerita film ini bisa menjadi studi kasus yang patut dibahas di sekolah-sekolah perfilman. It’s that mindblowing.

Berbicara mengenai film animasi, tentu yang selanjutnya patut diperhatikan adalah kualitas animasinya sendiri. Meski menggunakan CGI, gaya visual The Lego Movie benar-benar berusaha untuk menunjukkan seolah-olah film ini dibuat dengan mainan Lego beneran, bukan dengan hasil grafik komputer yang dibalut tekstur Lego. Tak hanya itu, pergerakannya juga sangat ‘natural’ (dalam artian persis seperti bagaimana mainan Lego bisa bergerak), sehingga saya seperti melihat diorama Lego interaktif sepanjang film.

Tentu untuk mendukung cerita dan animasi yang baik itu, para pemerannya harus mampu mengisi suara tiap tokoh dengan meyakinkan. Meski saya tidak berhasil mengenali sebagian besar pengisi suaranya (kecuali Liam Neeson dan Morgan Freeman), tapi saya rasa mereka semua berhasil memberikan karakter yang unik pada masing-masing tokoh, sehingga mereka benar-benar terasa hidup meski dengan mimik wajah dan gestur orang-orangan Lego yang terbatas.

Jadi untuk menjawab pertanyaan di awal resensi ini: Film ini telah meledakkan harapan dan bayangan saya (dalam artian yang positif). Cerita dan visualnya benar-benar khas dan mengedepankan kekuatan mainan (dan aktivitas bermain) Lego. Ditambah dengan akting yang mengesankan dari para pengisi suaranya, menurut saya The Lego Movie adalah sebuah iklan berdurasi 1.5 jam yang pantas masuk nominasi penghargaan film.

Iklan

One comment

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s