Resensi: Ultraviolet (2006)

Saya pertama kali mengenal sutradara Kurt Wimmer lewat film Equilibrium, salah satu film fiksi ilmiah yang menjadi hits terbatas di beberapa kalangan karena koreografi pertarungannya yang, meski muskil, gila-gilaan. Maka sayapun tertarik untuk melongok seperti apa Ultraviolet ini ketika ia lewat di saluran televisi berbayar saya.

ultraviolet

Yang paling mencolok bagi (mata) saya sepanjang film adalah efek grafik komputernya yang buruk. Sangat-sangat terlihat murahan, karena saya yakin ada belasan game PS2 yang grafiknya jauh lebih realistis daripada apa yang ditampilkan di film ini. Bahkan pendahulunya tampak lebih realistis (Equilibrium memang lebih banyak menggunakan set betulan tinimbang CGI).

Dari sisi ceritapun Ultraviolet sangat tidak mengundang rasa ingin tahu; Cerita dialurkan dengan begitu kaku sehingga hampir setiap pergerakan maju hanya berarti Violet, sang tokoh utama, masuk ke dalam ‘arena’ baru yang memberinya alasan untuk membunuh lebih banyak musuh. Dan ketika ia sedang tidak membunuh, akting Milla Jovovich dan entah-siapa pemeran anak yang mendampinginya adalah usaha gagal dalam menciptakan drama atau mengundang simpati pemirsa.

Tapi yang paling mengecewakan saya adalah aksinya. Equilibrium, meski tak masuk akal setelah dipikir-pikir, setidaknya mempunyai gimmick yang memberikan kesan pertama yang mempesona. Namun aksi dalam Ultraviolet terlihat konyol sejak awal meskipun kita sudah berusaha mematikan otak. Koreografi aksinya tidak tampak stylish, dan ketiadaan gimmick akhirnya justru membuat adegan pertarungannya jadi aneh nan membosankan.

Selesai menonton film ini, saya tak bisa mengambil kesimpulan lain selain Ultraviolet gagal menyamai, apalagi melampaui pendahulunya, Equilibrium. Sebagai sutradara, Kurt Wimmer mungkin punya visi akan sebuah dunia fiksi ilmiah distopian yang unik, tapi eksekusinya yang jauh dari maksimum -entah itu karena kurangnya anggaran untuk efek khusus atau ketiadaan pengarah aksi yang kompeten- membuat Ultraviolet sama sekali tidak saya rekomendasikan untuk ditonton.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s