Resensi: Insidious: Chapter 2 (2013)

James Wan mungkin adalah salah satu sutradara favorit saya; Dialah yang mampu menarik saya yang penakut ini untuk menonton sebuah film horor di bioskop yang gelap. Dan memang, The Conjuring tidak mengecewakan harapan saya. Meski tidak ada yang baru dengan cerita dan elemen horornya, film tersebut sungguh berhasil menawarkan rasa film horor klasik yang penuh kekagetan. Maka ketika istri saya mengajak untuk menonton film Wan yang terbaru, Insidious: Chapter 2, sayapun segera mengiyakan meski belum pernah menonton bagian pertamanya (kecuali briefing singkat dari istri saya mengenai intisarinya).

insidious2

Dari segi cerita, Chapter 2 mungkin menjanjikan sesuatu yang relatif lebih segar dibanding The Conjuring. Tidak sekedar rumah yang dihantui, kini saya harus menghadapi anak kecil yang bisa tamasya ke dunia lain dalam tidurnya, dengan risiko penghuni dunia lain bisa merebut dan menggunakan raga anak itu. Sayangnya, duapertiga terakhir ceritanya jadi melembek dan tidak begitu menegangkan lagi setelah antagonis utamanya lebih jelas dan saya tidak lagi dibuat menebak-nebak; ini kelemahan yang sama dengan yang saya dapati waktu menonton The Conjuring.

Untung saja kelemahan dalam eksekusi cerita bisa tertutupi oleh sinematografi khas Wan yang tetap prima. Segala elemen horor, meski sebagian besar merupakan jump scare (dengan pengiring musik string yang tiba-tiba bernada tinggi), betul-betul efektif mengagetkan saya. Ketakutan itu juga tidak datang tiba-tiba dan tanpa makna; Setiap momen teror dibangun dengan ketegangan yang perlahan-lahan, dan itu membuatnya jadi lebih menakutkan. Dan tidak asal menakut-nakuti saja, karena semuanya adalah bagian yang penting dari cerita utamanya.

Mungkin ada satu poin negatif Chapter 2 yang saya rasa lebih buruk dari The Conjuring, yaitu akting para pemainnya. Kengerian mereka cenderung lebih tidak terlalu meyakinkan dibanding film Wan sebelumnya, dan dalam beberapa adegan malah cenderung lucu atau annoying. Tapi selain itu menurut saya film ini, sama seperti pendahulunya, adalah salah satu film yang yang wajib ditonton oleh para fans film horor.

Iklan

2 comments

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s