Resensi: Taken 2 (2012)

Saya belum pernah menonton film pertamanya, tapi latar belakang film ini cukup mengundang selera: Liam Neeson bermain dalam sebuah film aksi brutal tanpa macam-macam gimmick? Dengan Luc Besson sebagai penulis dan produsernya? Di atas kertas mestinya film ini menjadi salah satu film aksi klasik; Tapi itu mungkin hanyalah impian saya yang terlalu ketinggian, karena kenyataannya film ini masih jauh dari harapan.

taken2

Neeson, seperti biasa, memang sangat mumpuni aktingnya sebagai seorang ayah yang akan melakukan apa saja untuk menyelamatkan anak dan mantan istrinya yang diculik. Akting para pemeran pembantu, termasuk tokoh antagonis utamanya, menurut saya juga cukup kompeten dan sangat mendukung Neeson dalam memainkan karakternya (yang harus diakui, satu-satunya hal yang bisa dibilang signifikan di film ini).

Yang menjadi ganjalan buat saya adalah cerita besarnya; Printilan-printilan kecil dan setiap setpiece aksinya cukup bagus, tapi cerita besarnya terasa terlalu singkat, alurnya terlalu datar, dan resolusi konfliknya terlalu prematur. Memang keren melihat karakternya Neeson menghajar para penjahat, tapi saya tak merasakan roller-coaster emosi yang lain ketika menonton film ini, padahal tema film ini (ayah yang ingin mencoba menjalin hubungan baik lagi dengan anak dan mantan istrinya) harusnya cukup bisa mengaduk-aduk emosi.

Mungkin saking kerennya karakter Neeson, aksi-aksinya yang sebenarnya spektakuler justru jadi agak terasa membosankan karena semuanya terasa terlalu mudah dan tidak menguras tenaga baginya. Bahkan ketika antagonis utama berhasil ditangani oleh karakternya Neeson, reaksi pertama saya adalah, “That’s it?“, karena rasanya masih belum selesai, seperti kita masih berada di pertengahan film.

Yah, setidaknya adegan-adegan berantemnya cukup bagus kan? Tidak juga ternyata; Pergerakan kameranya yang banyak bergoyang-goyang dalam adegan aksi membuat saya tidak nyaman menonton adegan cepat yang seharusnya memicu adrenalin. Ini yang akhirnya benar-benar mengecewakan saya tentang Taken 2, karena apalah artinya sebuah film aksi kalau aksinya tidak enak ditonton dan ceritanya tidak menegangkan.

Iklan

3 comments

  1. […] Ketika sekuel John Wick diumumkan, saya bertekad untuk melihatnya di bioskop demi menebus rasa bersalah saya. John Wick – di luar dugaan – terlalu bagus untuk hanya ditunggu di kanal TV berbayar, jadi menonton John Wick: Chapter 2 segera adalah sebentuk apresiasi yang tertunda untuk orang-orang yang membuatnya. Tapi, ada sedikit kekuatiran juga; Film aksi beranggaran rendah yang mendapat sambutan baik biasanya justru menciptakan kelanjutan yang lebih jelek dari pendahulunya – satu contoh yang sempat saya ulas adalah Taken 2. […]

    Suka

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s