Sedekah dengan Motif yang Egois

Mengapa ada banyak orang yang cenderung lebih suka untuk tidak peduli dengan ke mana sumbangan atau sedekahnya mengalir? Mungkin….mungkin mereka sudah lelah dengan segala kerumitan hidup yang buas, sehingga merasa kalau sejumput nilai-nilai kemanusiaan yang masih tersisa di diri sebaiknya tak perlu dipersulit pelaksanaannya.

sedekah

Maka, ketika masalah pengemis yang kaya lagi-lagi diangkat ke permukaan, satu-satunya mekanisme pertahanan yang mereka punya adalah: Yang penting kami sudah beritikad baik untuk beramal. Perkara si penerima itu ternyata penipu atau uangnya dipakai untuk apa, itu urusan si penerima dengan Allah.

Menurut saya penggunaan alasan ini, tanpa ada niat untuk belajar memperbaiki diri meski sudah berulang kali dinasihati untuk lebih bijak dalam menyalurkan sedekahnya, sungguh-sungguh alasan yang malas, lagi egois.

Ibaratnya pergi ke luar kota, lalu mampir ke sebuah rumah makan. Sebenarnya rumah makan itu sudah terkenal didesas-desuskan menyajikan makanan haram, tapi karena sudah lapar kita  beralasan: Yang penting kami tidak melihat ada babinya. Perkara dia pakai bahan apa di dapur belakang, itu urusan dia dengan Allah. Padahal di dekat-dekat situ juga sudah ada banyak rumah makan lain yang lebih jelas kehalalannya.

Alasan seperti itu juga bisa dibilang mengambil hak kaum yang sungguh-sungguh papa. Dengan menyumbang ke yang belum terang berhak atau tidaknya, maka mereka melewatkan orang-orang yang jelas-jelas memiliki hak untuk kita sedekahi (karena anggaran sedekah juga pasti terbatas).

Tapi belum jelas berhak atau tidak kan bukan berarti sudah jelas tidak berhak? Memang, tapi ada skala prioritas (karena tak mungkin kita menyedekahi semua orang): Kalau ada yang sudah kita yakini bahwa ia berhak, kenapa perlu memilih yang masih kabur?

Dengan demikian, alasan itu menjadi sungguh kentara keegoisannya karena hanya memikirkan efek positif ke diri sendiri: Yang penting mereka sudah menyetorkan (apa yang mereka kira) tabungan akhirat alias pahala, tanpa peduli apakah sedekah yang diberikan itu benar-benar sampai ke pihak-pihak yang benar-benar membutuhkannya.

Memikirkan keselamatan surgawi diri sendiri tapi tak acuh dengan penderitaan duniawi sesama kita, rasanya bukan itu yang diinginkan oleh Allah.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s